السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته
بسم اللّٰه الرحمن الرحيم
Berbhakti kepada ke dua orang tua merupakan perkara yang sangat penting bagi kita, disebutkan dalam sebuah hadits :
قال عليه الصلاة والسلام من أصبح وله ابوان راضيان عنه او أحدهما فتحت لو أبواب الجنة ومن أمسى وله ابوان ساخطان عليه او
أحدهما فتحت له أبواب جهنم
Artinya : Rosulullah عليه الصلاة والسلام bersabda barang siapa yang mempunyai dua orang tua yang keduanya atau salah satunya kepadanya di pagi hari maka pintu sorga dibukakan untuknya, dan barang siapa mempunyai dua orang tua yang keduanya atau salah satunya murka kepadanya di sore hari maka pintu jahannam dibuka untuknya.
Dari hadits di atas dapat kita ambil pelajaran bahwa kita harus senantiasa berusaha menyenangkan hati ke dua orang tua dan jangan sampai menyakiti hatinya, bila kita mempunyai makanan maka jangan sampai orang kita mempunyai harta maka jangan sampai orang tua kita sampai merasa lapar karena itu bisa menghalangi kita untuk menuju sorga, disebutkan dalam hadits :
من وضع طعاما طيبا في بيته واكله دون والديه احرمه اللّٰه تعالى لذيذة طعام الجنة
Artinya : Barang siapa meletakkan makanan yang baik di rumahnya dan memakannya sedangkan ke dua orang tuanya tidak memakannya maka Allah سبحانه وتعالى mengharamkan baginya kelezatan makanan sorga.
Dan dalam hadits yang lain disebutkan :
من بات شبعانا ريانا واحد والديه حيعان أو عطشان حشره اللّٰه يوم القيامة جيعانا وعطشانا ولم يستحي اللّٰه من عذابه يوم القيامة
Artinya : Barang siapa dalam keadaan kenyang dan segar sedangkan salah satu dari ke dua orang tuanya dalam keadaan lapar atau haus maka Allah سبحانه وتعالى akan mengumpulkannya besuk di hari kiamat dalam keadaan lapar dan haus dan Allah سبحانه وتعالى juga tidak akan malu untuk menyiksanya di hari kiamat.
Karena itu bagi saudaraku yang diberi rizki oleh Allah سبحانه وتعالى jangan lupa untuk berbagi dengan ke dua orang tua, setidaknya di jangan sampai kita tidak pulang kampung untuk mengunjungi orang tua kita hanya sekedar memburu harta dunia
والله أعلم بالصواب
والسلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته
Sumber : تنقيح القول الحثيث karya : Syaikh Muhammad bin Umar An-Nawawi Al-Bantani
Berbhakti kepada ke dua orang tua merupakan perkara yang sangat penting bagi kita, disebutkan dalam sebuah hadits :
قال عليه الصلاة والسلام من أصبح وله ابوان راضيان عنه او أحدهما فتحت لو أبواب الجنة ومن أمسى وله ابوان ساخطان عليه او
أحدهما فتحت له أبواب جهنم
Artinya : Rosulullah عليه الصلاة والسلام bersabda barang siapa yang mempunyai dua orang tua yang keduanya atau salah satunya kepadanya di pagi hari maka pintu sorga dibukakan untuknya, dan barang siapa mempunyai dua orang tua yang keduanya atau salah satunya murka kepadanya di sore hari maka pintu jahannam dibuka untuknya.
Dari hadits di atas dapat kita ambil pelajaran bahwa kita harus senantiasa berusaha menyenangkan hati ke dua orang tua dan jangan sampai menyakiti hatinya, bila kita mempunyai makanan maka jangan sampai orang kita mempunyai harta maka jangan sampai orang tua kita sampai merasa lapar karena itu bisa menghalangi kita untuk menuju sorga, disebutkan dalam hadits :
من وضع طعاما طيبا في بيته واكله دون والديه احرمه اللّٰه تعالى لذيذة طعام الجنة
Artinya : Barang siapa meletakkan makanan yang baik di rumahnya dan memakannya sedangkan ke dua orang tuanya tidak memakannya maka Allah سبحانه وتعالى mengharamkan baginya kelezatan makanan sorga.
Dan dalam hadits yang lain disebutkan :
من بات شبعانا ريانا واحد والديه حيعان أو عطشان حشره اللّٰه يوم القيامة جيعانا وعطشانا ولم يستحي اللّٰه من عذابه يوم القيامة
Artinya : Barang siapa dalam keadaan kenyang dan segar sedangkan salah satu dari ke dua orang tuanya dalam keadaan lapar atau haus maka Allah سبحانه وتعالى akan mengumpulkannya besuk di hari kiamat dalam keadaan lapar dan haus dan Allah سبحانه وتعالى juga tidak akan malu untuk menyiksanya di hari kiamat.
Karena itu bagi saudaraku yang diberi rizki oleh Allah سبحانه وتعالى jangan lupa untuk berbagi dengan ke dua orang tua, setidaknya di jangan sampai kita tidak pulang kampung untuk mengunjungi orang tua kita hanya sekedar memburu harta dunia
والله أعلم بالصواب
والسلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته
Sumber : تنقيح القول الحثيث karya : Syaikh Muhammad bin Umar An-Nawawi Al-Bantani